Home

Primitivism, Realism, Surrealism

Leave a comment

Primitivism

Seni primitif terlihat seperti seni yang dilakukan oleh seorang anak. Biasanya gambar yang dilukis dengan sangat sederhana, dan subyek yang “datar”, atau dua-dimensi.

Artis Pelukis Primitivism — Paul Klee,Henri Matisse

Realism

Realisme adalah jenis seni yang menunjukkan hal-hal persis seperti yang muncul dalam hidup. Ini dimulai pada abad ke-18, tetapi era Realis terbesar adalah pada pertengahan abad ke-19. Realis Sebagian besar berasal dari Perancis, tetapi ada beberapa pelukis Amerika terkenal yang Realis juga.

Artis Pelukis Realism — Henri de Toulouse-Lautrec,Leonardo Da Vinci,Gustave Courbet,Honore Daumier,Thomas Eakins,John Singleton Copley

Surrealism

Lukisan surealis yang umumnya didasarkan pada mimpi. Lukisan mereka dipenuhi dengan benda-benda asing yang dicat agar terlihat aneh atau misterius. Mereka berharap lukisan mereka yang aneh akan membuat orang melihat hal-hal dengan cara yang berbeda dan mengubah cara mereka merasa tentang sesuatu. Mereka berpikir bahwa lukisan mereka bisa membangkitkan perasaan di belakang pikiran orang.

Artis Pelukis Surrealism — Salvador Dali,Henri Rousseau,Max Ernst

Pointillism, Pop art, Postimpressionism

Leave a comment

Pointillism

Dalam Pointillism, artis menggunakan titik-titik kecil atau stroke cat untuk membuat gambar. Dari jauh, titik-titik berbaur bersama untuk membentuk gambar dan memberikan kesan warna yang berbeda karena mereka berbaur bersama.

Artis Pelukis Pointillism — Paul Seurat,Paul Signac

Pop art

Pop art dapat didapat dati setiap barang yang setiap hari diambil dengan cara yang tidak biasa dan penuh warna. Pop Art adalah singkatan Popular Art . Hal ini terinspirasi oleh komik, iklan, dan hiburan populer.

Artis Pelukis Pop art — Andy Warhol,Roy Lichtenstein,Claes Oldenberg,David Hockney

Postimpressionism

Postimpressionism dimulai pada abad ke-19. gaya lukis ini memiliki tema  Lifes dan landscape. Para postimpressionists suka menggunakan banyak warna dan bayangan.

Artis Pelukis Postimpressionism — Vincent Van Gogh,Henri de Toulouse-Lautrec,Paul Gauguin,Paul Cezanne

Expressionism, Fauvism, Impresionisme

Leave a comment

Expressionism

Dalam Seni Expressionism , seniman mencoba untuk mengekspresikan perasaan tertentu tentang beberapa hal. Para seniman yang melukis dalam gaya ini lebih peduli lukisan mereka memiliki ekspresi perasaan dari pada membuat lukisan itu tampak persis seperti apa yang mereka lukis.
Artis Pelukis Expressionism — Marc Chagall,Wassily Kandinsky,Ludwig Kirchner

Fauvism

Fauvisme adalah gaya seni yang berlangsung hanya empat tahun, mulai tahun 1905. Pemimpin gerakan ini adalah Henri Matisse. Para Fauvisme Kata Perancis untuk “binatang buas”. Ini mendapat nama ini karena lukisan memiliki warna-warna cerah dan tidak biasa. Subjek dalam lukisan-lukisan yang ditampilkan dengan cara yang sederhana, dan warna dan pola yang cerah dan liar.

Artis Pelukis Fauvism — Henri Matisse

Impresionisme

Impresionisme dikembangkan di Perancis selama abad ke-20 akhir 19 dan awal. Potongan-potongan seni dicat seperti jika seseorang hanya melihat subjek lukisan secara cepat. Lukisan-lukisan itu biasanya dalam warna-warna berani dan tidak memiliki banyak detail. Lukisan-lukisan dalam gaya ini biasanya memiliki scene di luat ruangan seperti landscape. Lukisan dicat agar terlihat berkilau.

Artis Pelukis Impresionisme — Claude Monet,Mary Cassatt,Pierre Auguste Renoir,Camille Pissaro

Cubism

Leave a comment

Cubism

Cubism adalah seni lukis modern yang banyak dibuat. Lukisan-lukisan Cubism merupakan lukisan yang seharusnya tidak terlihat nyata,para Cubism artist  menggunakan bentuk geometris untuk menunjukkan apa yang ia sedang coba lukis.Pada awalnya Cubism menggunakan warna abu-abu, cokelat, hijau, dan kuning. Setelah 1914, Cubists mulai menggunakan warna-warna cerah. Kubisme adalah awal dari gaya Seni abstrak dan Non-objektif.
Artis Pelukis Cubism — Pablo Picasso,Marc Chagall,Georges Braque

Abstract

Leave a comment

Abstract

Pelukis abstrak merasa bahwa lukisan tidak harus menunjukkan satunya hal yang dikenali. Dalam lukisan mereka, mereka tidak mencoba untuk menunjukkan orang, binatang, atau tempat-tempat persis seperti yang muncul di dunia nyata. Mereka terutama digunakan warna dan bentuk dalam lukisan mereka untuk menunjukkan emosi. Beberapa Seni abstrak disebut juga Non-tujuan seni. Dalam non-obyektif seni, Anda tidak melihat objek tertentu. Hal ini tidak dicat agar terlihat seperti sesuatu yang spesifik.
Artis Pelukis Abstract — Sonia Delaunay,Jackson Pollock

TIPOLOGI CLAUDIUS GELENUS (129-200)

Leave a comment

TIPOLOGI CLAUDIUS GELENUS (129-200)

Faktor Endogen yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia
Berikut ini akan saya sampaikan tipologi atau tipe sifat dasar pada manusia umumnya,
Menurut seorang pemikir yunani kunodan murid Hypocrates (ahli kedokteran) yang bernama Claudius Galenus (129-200) mengadakan tipologi berdasarkan temperamen, yaitu atas dasar cairan-cairan yang terdapat dalam tubuh yaitu ada 4 :
1. Tipe sanguinikus
Orang-orang yang bertipe sanguinikus merupakan orang-orang yang memiliki darah (sangai) banyak dalam tubuhnya. Perasaan dasar (stemming dasar) orang demikian adalah riang dan optimis. Hal-hal yang positif pada mereka antara lain adalah percaya kepada diri sendiri, tidak takut menghadapi masa depan, mudah menyesuaikan diri, gerak dan bicaranya banyak, dan mudah mengambil prakarsa. Sedangakan yang negatifnya, antara lain sifatnya mendatar, perasaanya tidak stabil, kurang konsekuen, hidupnya kurang teratur, dan reaksinya tidak dipikirkan dalam-dalam.
2. Tipe melankholikus
Orang yang mempunyai tipe melankholikus memiliki banyak empedu hitam (melankhole) dalam tubuhnya. Perasaan dasarnya adalah sedih sehingga keadaanya kebalikan dari tipe sanguinikus. Segi negatifnya adalah mereka selalu ketakutan, perasaanya mudah tersentuh, sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan sikapnya kurang bergairah. Segi positifnya adalah berhati-hati dalam tindakannya, konsekuen, mudah menepati janji, dan stabil jiwanya.
3. Tipe kholerikus
Orang yang bertipe kholerikus, dalam tubuhnya banyak terdapat empedu kuning (kholert), dengan perasaan dasarnya selalu merasa kurang puas. Segi-segi negatifnya lebih banyak daripada positifnya antara lain selalu gelisah, mudah emosional, mau menang terus atau menang sendiri, objektivitasnya kurang, kurang punya reserve atas perasaanya sendiri, kurang rasional, dan mudah tersinggung. Segi positifnya, perasaanya hebat dan kuat, kesukaran diatasi dengan energi yang berlebihan dan banyak prakarsa dalam usahanya
4. Tipe flegmatikus
Orang-orang tipe flegmatikus dalam tubuhnya terdapat banyak lendir dengan perasaan dasarnya tenang, netral, dan tidak ada warna perasaannya yang jelas. Segi positifnya, antara lain tidak banyak ketegangan perasaan, mudah merasa memiliki harapan-harapan yang hebat, tidak emosional, tidak mudah terharu, tidak mudah panic, bersikap tertib dan teratur, dan mudah mengampuni. Segi negatifnya, antara lain perasaanya tidak begitu kuat, dingin hati, penyesuaian terhadap lingkungan selalu terlambat, pernannya reaktif atau pasif, menjemukan, dan bersikap agak konservatif.
Dari penjabaran tipologi manusia diatas, saya sendiri termasuk dalam tipe flegmatis, karena dalam tipologi ini cenderung di dominasi perasaan tenang dan tidak mudah panic , dalam segi negative perasaan si flegmatikus ini kurang cepat beradaptasi dengan lingkunan barunya, tapi sejauh ini saya sudah melatih kekurangan tersebut , sehingga dapat beradaptasi dengan cepat . kalau anda sendiri ?

MASJID AGUNG DEMAK

Leave a comment

MASJID AGUNG DEMAK

Arsitektur Masjid Agung Demak adalah contoh dari masjid tradisonal Jawa dimana tidak memiliki kubah seperti umumnya masjid modern kini. Bentuk bangunan atap berbentuk limas ditopang 8 tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap ini bersusun-susun dan hanya dikenal di kepulauan Nusantara dari Aceh hingga Maluku. Bentuk bangunan Masjid Agung Demak berbeda dari pada  zaman itu dimana ikut memasukkan unsur arsitektur lokal yang berkembang di masyarakat meliputi joglo yang memaksimalkan bentuk-bentuk limas .
Bangunan masjid terbuat dari kayu jati berukuran 31 m x 31 m dan bagian serambi berukuran 31 m x 15 m. Atap tengahnya ditopang oleh 4 buah tiang kayu besar (soko tatal atau soko guru) yang dibuat oleh empat wali dari Wali Songo. Keseluruhan bangunan ditopang 128 soko, empat di antaranya soko guru yang menjadi penyangga utama bangunan masjid. Jumlah tiang penyangga masjid 50 buah, sebanyak 28 penyangga serambi dan 34 tiang penyangga tatak rambat, sedang tiang keliling sebanyak 16 buah.
Masjid Agung Demak berbeda dengan arsitek masjid pada umumnya di Arab yang identik dengan adanya kubah. Material Masjid Demak didominasi kayu jati yang beratapkan sirap dan ditopang oleh 4 tiang utama (soko guru). Atapnya yang susun tiga berbentuk segitiga sama kaki mirip dengan pura umat Hindu sekaligus wujud akulturasi budaya setempat dan melambangkan tingkat orang Islam, yaitu Mukmin, Muslim dan Muhsin.
Menurut cerita rakyat, tiang utama dan atap sirap masjid tersebut adalah hasil karya para wali, yaitu Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Salah satu soko guru, hasil karya Sunan Kalijaga tidak terbuat dari kayu utuh sebagaimana layaknya tiang utama, melainkan dari potongan kayu (tatal) yang disusun dan diikat. Bagi masyarakat Demak dan sekitarnya terdapat cerita bahwa salah satu atap sirap Masjid Agung Demak terbuat dari intip(kerak nasi liwet) hasil buatan Sunan Kalijaga.
Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak juga terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat museum yang berisi peninggalan berkaitan riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.

Older Entries